"Terbukti! LGI Sumsel: Jebloknya PAD Musi Rawas 2025 adalah Buah Kebijakan 'Salah Kamar' Bupati Ratna Machmud"
![]() |
| Ketua DPW LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumsel, Al Anshor, S.H., (Foto.ist) |
Musi Rawas, MA – Prediksi Ketua DPW LSM Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumsel, Al Anshor, S.H., terbukti telak. Peringatan keras yang pernah dilontarkan LGI mengenai bahaya menempatkan pejabat tidak sesuai kompetensi (non-job fit) kini menjadi kenyataan pahit bagi APBD Musi Rawas Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan data realisasi per 29 Desember 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Musi Rawas terjun bebas, hanya mampu menyentuh angka 69,77%. Sebuah rekor buruk di akhir masa jabatan.
"Ahli SDM" Gagap Mengurus Uang
Ketua LGI Sumsel, Al Anshor, S.H., menegaskan bahwa kegagalan ini adalah konsekuensi logis dari kebijakan Bupati yang memaksakan seorang "Ahli SDM" (Eks Sekretaris BKPSDM) untuk menduduki kursi panas Kepala BPPRD (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah).
"Sejak awal kami sudah teriak, ini kebijakan ngawur. Bagaimana mungkin mentalitas birokrat yang biasa mengurus administrasi pegawai (BKPSDM) dipaksa berpikir keras mengejar target setoran pajak dan retribusi? Itu dua dunia yang berbeda. Sekarang lihat hasilnya? PAD hancur, rakyat yang rugi," tegas Al Anshor.
Bupati Gagal Terapkan "The Right Man on The Right Place"
LGI Sumsel menilai Bupati Musi Rawas gagal total dalam fungsi manajerial pemerintahan. Penunjukan Plt. Kepala BPPRD dinilai tidak didasarkan pada kompetensi teknis finansial, melainkan keputusan yang terkesan dipaksakan.
"Bupati seharusnya sadar, BPPRD itu 'jantung' pendapatan daerah. Jangan dijadikan tempat coba-coba atau bagi-bagi kursi. Ketika kompetensi diabaikan, maka kinerja hancur. Angka 69% itu bukan sekadar statistik, itu bukti kegagalan manajemen Bupati Ratna Machmud," tambah Al Anshor. (Red)
