HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Polemik Komitmen Integritas Pemerintah Aceh Dalam Seleksi Pejabat Eselon II

 


Banda Aceh, MA— Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Aceh pada tanggal 25 Januari 2026 telah menyampaikan dan mengumumkan hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh untuk 9 (sembilan) jabatan.

‎Dalam proses seleksi tersebut, Pansel telah melaksanakan tahapan seleksi secara terbuka dan objektif, dengan menetapkan tiga calon terbaik (3 besar) pada masing-masing jabatan yang diseleksi.

‎Dari hasil seleksi tersebut ada hal menarik dan ibaratka membuka luka lama yang masih terkait kasus melibatkan mantan direktur RSUZA dr. Taufik Mahdi bersama empat tersangka lain, yaitu Toni BE, selaku mantan kepala bagian perencanaan RSUZA, Muhazar dan Bukhari pihak rekanan, begitu terang benderang

‎Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Computerized Tomography Scanner (CT Scan) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh tahun anggaran 2008 sebesar Rp 39 miliar ditanggapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Pada masa itu, Muhazar, yang menjabat sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUZA pada saat itu (sekitar tahun 2019), disebutkan dalam konteks kasus dugaan korupsi pengadaan CT Scan yang sedang diselidiki. 


‎Informasi lebih rinci mengenai status hukum atau perkembangan terkini kasus ini terhadap Muhazar secara spesifik tidak tersedia dalam hasil pencarian yang ada, namun kasus dugaan korupsi di lingkungan RSUDZA sendiri telah menjadi perhatian publik dan didukung oleh Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA) untuk dilaporkan ke KPK.

Bantu Kami Berkembang

Bantu Kami Berkembang