Jalur Sungai Musi dan Jalur Darat, Prasarana Vital Transportasi Penopang Ekonomi Sumsel
January 13, 2026
MUBA, MA- Jalur Sungai Musi dan jalur darat merupakan prasarana transportasi utama dalam menopang kegiatan ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Sejak masa lampau hingga era modern, dua jalur ini menjadi penentu kelancaran distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas industri dan perdagangan.
Menurut Boni Ketua Barikade 98 Muba, secara historis, Sungai Musi berperan sebagai jalur ekonomi strategis, menghubungkan wilayah hulu dan hilir Sumsel.
"Beragam komoditas seperti hasil perkebunan, pertanian, dan pertambangan selama puluhan tahun mengandalkan transportasi sungai karena dinilai lebih efisien, berkapasitas besar, dan relatif menekan biaya logistik," ujar Boni, Selasa (13/01/26).
Sementara itu dijelaskan Boni, jalur darat berfungsi sebagai penghubung langsung antarwilayah, dari desa hingga pusat industri dan pelabuhan.
"Namun dalam praktiknya, pemanfaatan jalur darat kerap dilakukan secara berlebihan tanpa perencanaan matang, khususnya untuk angkutan berat berskala besar. Akibatnya, kerusakan jalan tak terelakkan dan beban pemeliharaan justru ditanggung pemerintah daerah serta masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, seharusnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lebih bijak mengatur pola distribusi ekonomi, khususnya bagi angkutan industri besar.
"Tanpa keberanian mengambil kebijakan strategis, Sungai Musi dan jalur darat yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi Sumsel justru berpotensi memicu konflik, kerusakan infrastruktur, dan ketimpangan sosial," tandasnya.
Untuk diketahui bersama, sungai Musi dan jalur darat bukan sekadar lintasan transportasi, melainkan prasarana vital yang menentukan arah pembangunan dan keadilan ekonomi di Sumatera Selatan. (Jr)