Ketua DPRD Palembang Berang, Tegaskan Pungli Relawan Aceh Bukan Ulah Dishub Kota: "Nama Palembang yang Tercoreng!"
![]() |
| Ketua DPRD Kota Palembang, Ali Subri (Foto.ist) |
PALEMBANG, MA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Ali Subri, bereaksi keras terkait video viral dugaan pungutan liar (pungli) terhadap rombongan relawan pembawa bantuan bencana Aceh yang terjadi di kawasan Terminal Karya Jaya, Kertapati.
Ali Subri mengaku geram dan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden ini telah mencoreng wajah Kota Palembang di mata nasional, padahal oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji itu bukanlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
"Saya sangat geram melihat video itu. Nama baik Palembang hancur dan tercoreng karena ulah oknum. Publik menyerang dan menghujat Dishub Kota Palembang, padahal itu bukan anggota Dishub Kota," tegas Ali Subri saat dikonfirmasi via Pesan WhatsApp (08/01).
Politisi ini meluruskan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah Terminal Karya Jaya yang merupakan Terminal Tipe A. Sesuai regulasi, pengelolaan dan personil di terminal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), bukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang.
"Masyarakat harus tahu fakta ini agar tidak salah sasaran. Itu kewenangan pusat (BPTD), bukan Pemkot. Tapi karena kejadiannya di wilayah kita, Palembang yang kena getahnya. Seolah-olah Palembang tidak punya empati pada misi kemanusiaan," lanjutnya dengan nada tinggi.
Ketua DPRD mendesak pihak BPTD Wilayah II Sumsel untuk segera mengambil tanggung jawab penuh. Ia meminta pimpinan instansi terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum anggotanya dan melakukan klarifikasi terbuka agar beban moral tidak ditanggung oleh Pemerintah Kota Palembang.
"Ini peringatan keras. Jangan sampai ada lagi oknum yang memeras rakyat, apalagi relawan bencana. Pihak yang berwenang (BPTD) harus segera bersihkan oknumnya dan minta maaf kepada warga Palembang serta para relawan," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan minibus relawan bencana asal Banten dimintai uang saat melintas di Palembang, yang memicu kemarahan warganet di seluruh Indonesia. (RED)
