HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Jalan Sekayu–Lubuklinggau Dibiarkan Rusak, GEMPITA, GERAM Dan Masyarakat Muba Bakal Gelar Aksi

MUBA, MA- Amarah masyarakat Musi Banyuasin akhirnya memuncak. Jalan Lintas Sekayu-Lubuklinggau tepatnya di Desa Sugihwaras Kecamatan Babat Toman rusak parah dan dibiarkan tanpa perbaikan serius. Ini semua menjadi bukti nyata kegagalan pemerintah dalam menjalankan kewajibannya melindungi keselamatan dan hak dasar rakyat.

Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Peduli Tanah Air (GEMPITA) Kabupaten Musi Banyuasin bersama LSM GERAM dan Gabungan aktivis Muba berserta masyarakat menyatakan perlawanan terbuka. Dalam waktu dekat, aksi unjuk rasa akan digelar sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap pemerintah yang dinilai hanya pandai berjanji namun abai pada penderitaan warga.

Ketua Gempita Muba Mauzan yang akrab di sapa Bonang dengan nada keras menyebut kondisi jalan tersebut sudah masuk kategori kejahatan struktural akibat pembiaran. Pasalnya, kerusakan jalan telah menyebabkan kecelakaan berulang, kerugian materi, serta memperlambat roda ekonomi masyarakat.

"Ini bukan lagi kelalaian, tapi pembiaran yang disengaja. Setiap lubang di jalan itu adalah ancaman maut. Kalau rakyat terus jadi korban, lalu pemerintah hadir untuk siapa?” ujarnya, Selasa (03/02/26). 

Gempita Muba menilai anggaran infrastruktur yang setiap tahun digembar-gemborkan tidak pernah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat di lapangan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa penderitaan masyarakat bukan prioritas kebijakan. 

"Jangan terus jadikan rakyat sebagai korban kebijakan setengah hati. Jika pemerintah masih diam, maka rakyat akan bersuara lebih keras. Jalanan akan kami jadikan ruang perlawanan," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Jalan Sekayu–Lubuklinggau merupakan urat nadi transportasi dan ekonomi di Sumatera Selatan. Namun ironis, jalur vital ini justru diperlakukan seperti jalan kelas tiga. Tambal sulam seadanya kerap dijadikan alibi, sementara kerusakan semakin parah, terutama saat musim hujan.

"Secara tegas kami menuntut penetapan jadwal pasti dan terbuka perbaikan total Jalan Sekayu–Lubuklinggau. Apabila tuntutan ini kembali diabaikan, Gempita Muba memastikan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar dan tekanan yang lebih keras akan terus dilakukan hingga pemerintah benar-benar bertindak," tandasnya. (Jr)

Bantu Kami Berkembang

Bantu Kami Berkembang