Keracunan Massal Siswa Ketapang, LAKI Desak Kepala MBG Kalbar Dicopot
KALBAR, MA— Gelombang kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat menunjukkan setelah ratusan siswa di Kabupaten Ketapang diduga mengalami keracunan makanan. Peristiwa ini memicu desakan evaluasi serius terhadap kepemimpinan MBG tingkat provinsi.
Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kalbar menilai kejadian tersebut bukan sekedar kelalaian teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan manajemen program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.jumat,(6/2)
Ketua LAKI Kalbar, Burhanudin Abdullah, SH, saat ditemui di kantornya menegaskan bahwa Kepala MBG Kalbar perlu dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, strategi program seperti MBG membutuhkan kepemimpinan yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjamin standar keamanan pangan.
“Program makan bergizi bukan program ringan.Ini menyangkut kesehatan anak-anak.Jika sampai terjadi dugaan keracunan massal, berarti ada sistem pengawasan yang tidak berjalan optimal,” tegas Burhanudin.
Ia menyoroti laporan yang beredar mengenai hampir 340 siswa yang diduga menjadi korban dan harus mendapat perawatan medis. Burhanudin menyerap mekanisme kontrol kualitas makanan serta kesiapan fasilitas pelayanan gizi di lapangan.
"Ini bukan angka kecil. Harus ada tanggung jawab yang jelas. Jangan sampai program baik justru menimbulkan risiko kesehatan," lanjutnya.
LAKI Kalbar saat ini tengah melakukan penyelidikan lapangan untuk menilai kecepatan standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk aspek higienitas, distribusi, dan pengawasan kualitas makanan.
Burhanudin menegaskan bahwa mendukung penuh program nasional MBG yang menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, dukungan tersebut harus diiringi pengawasan ketat agar pelaksanaan tidak menyimpang dari tujuan awal.
“Program ini penting dan harus berhasil. Justru karena pengelolaannya tidak boleh asal-asalan,” katanya.
LAKI juga mengajak media dan masyarakat untuk aktif mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan transparan dan akuntabel, sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MBG Kalbar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kejadian keracunan tersebut.
