HEADLINE
Dark Mode
Large text article

RAJO ADAT MARWAN TUANKU SUTAN PARIAMAN DITETAPKAN SEBAGAI KETUA KAN PELANGAI TAHUN 2025-2030


Sumbar,MA-Nagari Palangai(daerah masyarakat adat) berada di kecamatan Ranah Pesisir kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Marwan Tuanku Sutan Pariaman adalah Rajo Adat Nagari Pelangai yang ditetapkan sebagai Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pelangai dalam musyawarah Adat Nagari Pelangai yang dihadiri oleh Ikek Ampek Payuang Sakaki Niniak Mamak Limo Puluah Haluan Niniak Mamak Limo Puluah, Unsur Syar'a, Unsur Bundo Kanduang (kaum ibu) dain Cadiak Pandai (cendikiawan ) beserta tokoh-tokoh adat lainnya di Balairung KAN Pelangai 4 Mei 2025. 


Menurut ikek/penghulu pucuk Suku Kampai Drg. Amri, M. Si, Dt. Simajolelo sekaligus sekretaris KAN Pelangai bahwasanya," Marwan Tuanku Sutan Pariaman ditetapkan sebagai Ketua KAN Pelangai telah berdasarkan regulasi/aturan-aturan yang sudah berkekuatan hukum yaitu:

~1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LKAAM SUMBAR hasil MUBES ke XI di Padang tanggal 18 Maret 2016 yang telah dinotariskan dan berkekuatan hukum.

Pada ART pasal 9 ayat (1) huruf a yang berbunyi : sesuai dengan sistem adat yang berlaku di Nagari Masing jika yang berlaku sistem Koto Piliang maka Ketua KAN adalah Pucuk adat di Nagari yang bersangkutan dan bilamana yang berlaku sistem Bodi caniago maka Ketua KAN dipilih oleh Anggota KAN dalam rapat KAN. Nagari pelangai yang berkelarasan Koto Piliang maka berdasarkan AD/ART LKAAM SUMBAR tersebut Ketua KAN Pelangai adalah Rajo Adat/pucuk adat yaitu Marwan Tuangku Sutan Pariaman.


~2. Surat Gubernur Sumatera Barat nomor 411.2/26/DPMD-2021 tanggal 15 Januari 2021 perihal Penyelesaian sengketa Kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir. Tim ahli konsolidasi adat provinsi Sumatera Barat telah datang ke Nagari PELANGAI dan menilai bahwasanya tatanan adat Nagari Pelangai adalah berkelarasan koto piliang dimana Rajo Adat sebagai ketua KAN, ciri-ciri kelarasan koto Piliang adalah:

>a. Ninik mamak Nagari Pelangai yang bajanjang naiak batanggo turun yang sangat jelas dan nyata, dari yang tertinggi ke yang rendah adalah Rajo adat, Ikek/Pucuak suku, Sandi dan pangkuan. Kalau pada kelarasan bodi caniago seluruh ninik mamaknya sama tinggi.

>b. Pengangkatan ninik mamak pada kelarasan koto piliang yang bajanjang naiak mulai dari sepakat kaum sarantak sandi dan saiyo pucuak kemudian diterima atau tidak diterima oleh Rajo adat (biang tabuak gantiang putui) kemudaian proses palewakan. Kalau pada kelarasan bodi caniago hanya sepakat kaumnya saja kemudaian proses palewaan.


~3. Peraturan Daerah ( PERDA) Kabupaten Pesisir Selatan No 2 tahun 2016 Tentang Nagari adalah:

>a. Pasal 140 tugas KAN huruf b yang berbunyi: mengurus dan mengelola hal-hal yang bekaitan dengan adat sehubungan dengan sako, pusako dan sangsako.Pada Monografi adat Nagari Pelangai keputusan tertinggi dalam mengelola sako, pusako dan sangsako adalah kekuasaan Rajo Adat Nagari Pelangai maka berdasarkan aturan tersebut Ketua KAN yaitu Marwan Tuanku Sutan Pariaman.

>b. Pasal 141 ayat (2) susunan kepengurusan KAN ditetapkan dalam suatu musyawarah dan mufakat berdasarkan adat salingkah nagari. Berdasarkan buku Adat Monografi Nagari Pelangai halaman 29 s/d 30 musyawarah dan mufakat adat Nagari Pelangai ada 2 yaitu:

1. Rapat Ikek ampek dengan haluan III jumlahnya 8 dengan rajo adat.

2. Rapat besar yaitu Rajo adat, ikek ampek, Haluan nan batigo, niniak mamak limo puluah kali nan berlima yang berpangkat syarak 25.

Dalam buku Monografi Nagari Pelangai kedua rapat tersebut Ikek Ampek (empat )dan Haluan Nan Batigo (tiga )yang mempunyai Hak suara menyampaikan pendapat kepada Rajo Adat, kemudian Rajo memutuskan dan keputusan ini diterima oleh seluruh peserta rapat maka pada kelarasan koto piliang tidak ada pelaksanaan vooting. Rapat tentang susunan pengurus KAN, dalam rapat Ikek Ampek dan Haluan menyampaikan hak suara kepada Rajo bahwasanya Ketua KAN harus sesuai regulasi/aturan-aturan yang berlaku dimana Rajo Adat Nagari Pelangai yaitu Marwan Tuanku Sutan Pariaman mutlak ketua KAN Pelangai. Dalam rapat ini Ketua KAN bukan dipilih tetapi Rajo Adat suatu ketetapan menjadi Ketua KAN berdasarkan AD/ART LKAAM SUMBAR.


~4. Keputusan Tuanku Rajo Adat Nan Balimo(lima) di Banda Sapuluah(sepuluh)tanggal 20 Agustus 2025 bahwasanya Nagari yang berkelarasan Koto Piliang Rajo Adat sekaligus Ketua Kerapatan Adat di Nagarinya.


~5. Buku Adat Monografi Nagari Pelangai disusun oleh Noerdin Tuanku Sutan Pariaman Rajo Adat Nagari Pelangai tanggal 15 Juli 1936, buku ini mengandung tatanan adat dan hukum adat tertinggi di Nagari pelangai yang mengikat seluruh Ninik Mamak Nagari Pelangai yang menjadi pedoman dari ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Buku Adat Monografi Nagari Pelangai ini mengandung identitas adat, tatanan serta aturan-aturan/hukum adat tertinggi di Nagari Pelangai maka buku ini merupakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KAN Pelangai. Dalam buku Adat Monografi Nagari Pelangai halaman 27 s/d 29 tentang Proses pengangkatan gala (gelar ) niniak mamak/sako dan sangsako yang melibatkan pusako (pusaka ) kaum tersebut di Nagari Pelangai dilakukan dengan sepakat kaum sarantak sandi lalu dibawa ke Pucuk Suku, kemudian Pucuk suku membawa ke Rajo, Kalau Rajo sudah menerima baru diisi adatnya, kalau Rajo tidak menerima karena ada cacatnya dipilih yang lain, kalau berselisih tidak dapat diselesaikan oleh sandi dan diselesaikan oleh pucuk suku baru Rajo memutuskan/biang tabuak gantiang putui. Berdasarkan penjelasan buku Adat monografi ini keputusan tertinggi dalam pengelolaan sako, Pusako dan sangsako di Nagari Pelangai adalah kewenangan Rajo Adat Nagari Pelangai.

Drg. Amri, M. Si Dt. Simajolelo menyampaikan juga bahwasanya" adat Nagari Pelangai semenjak dahulu sampai hari ini masih lestari dan terjaga oleh anak kemenakan dengan dasar/falsafah adat yaitu IKEK AMPEK PAYUANG SAKAKI NINIAK MAMAK LIMO PULUAH HALUAN NINIAK MAMAK LIMO PULUAH. 

"Adat Nagari Pelangai tidak ada masalah, yang bermasalah adalah ada beberapa oknum Niniak Mamak Nagari Pelangai yang melakukan prosesi kegiatan adat yang tidak berlandaskan regulasi serta aturan yang berlaku seperti dijelaskan diatas"ujarnya lagi Dt Simajolelo.


"Ikek Ampek Nagari Pelangai adalah ikek/Pucuk Suku-suku yaitu :

Suku kampai Drg. Amri, M. Si, Dt. Simajolelo, ikek/pucuk Suku Melayu Nedi Putra, M.Pd, Dt. Garang, Ikek/Pucuk Suku Panai yaitu isul, Dt. Kayo dan ikek/pucuk Suku Lareh Nan Batigo yaitu Sefinal, S. Pd, Dt. Rajo Nan Basa sedangkan Payuang Sakaki/Rajo adat Nagari Pelangai adalah Marwan Tuanku Sutan Pariaman", dengan bersemangat sekretaris KAN PELANGAI menjelaskan kepada awak media.(MA/Tim)

Bantu Kami Berkembang

Bantu Kami Berkembang