Yani: Serahkan Berkas Ke Kemsos"Aceh Tamiang Pastikan Bantuan Bencana Tepat Sasaran
May 14, 2026
Aceh Tamiang-mediaadvokasi.id:
Sebagai langkah nyata mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang resmi menetapkan sebanyak 40.515 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 143.711 jiwa sebagai penerima Bantuan Jaminan Hidup (Jadup). Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) By Name By Address (BNBA) untuk Tahap III dan Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang telah ditandatangani langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.
Kebijakan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan sosial sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi warga yang terdampak bencana secara berkelanjutan. Secara hukum, penetapan tersebut tercantum dalam dua dokumen resmi, yaitu Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/345/2026 terkait penerima BNBA Tahap III dan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/358/2026 untuk penetapan penerima BNBA Tahap IV Tahun 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa seluruh dokumen pendukung beserta salinan SK BNBA tersebut telah dikirimkan dan diserahkan secara resmi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pengajuan ini dilakukan guna keperluan verifikasi dan tindak lanjut penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, berkas lengkap dan SK BNBA Tahap III serta Tahap IV sudah kami serahkan ke Kementerian Sosial RI untuk diproses lebih lanjut. Kami berharap administrasi berjalan lancar agar bantuan segera cair dan diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ahmad Yani pada Rabu (12/5/2026).
Berdasarkan data pendataan yang telah diverifikasi ketat, pada penetapan BNBA Tahap III, jumlah penerima tercatat sebanyak 20.863 KK atau 74.405 jiwa. Bantuan yang dialokasikan tidak hanya berupa Jaminan Hidup, tetapi juga mencakup bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) serta bantuan pengadaan isi perabotan rumah tangga guna mendukung pemulihan tempat tinggal dan mata pencaharian warga.
Pada tahap ini, Kecamatan Manyak Payed menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni mencapai 5.950 KK atau sekitar 21.686 jiwa. Posisi kedua diduduki Kecamatan Karang Baru dengan 2.685 KK, disusul Kecamatan Kejuruan Muda sebanyak 2.545 KK penerima manfaat. Sebaran bantuan juga diterima oleh kecamatan lain sesuai dengan tingkat dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana yang tercatat di lapangan.
Sementara itu, untuk penetapan BNBA Tahap IV, pemerintah daerah mencatat sebanyak 19.652 KK dengan total 69.306 jiwa masuk dalam daftar penerima bantuan. Berbeda dengan tahap sebelumnya, pada tahap ini Kecamatan Karang Baru menjadi wilayah dengan kuota penerima tertinggi, yakni berjumlah 4.835 KK atau sekitar 17.183 jiwa. Selanjutnya disusul Kecamatan Bendahara dengan 3.528 KK dan Kecamatan Kota Kualasimpang sebanyak 2.480 KK.
Ahmad Yani menegaskan bahwa program Bantuan Jaminan Hidup bukan sekadar bantuan sosial bersifat sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemulihan pascabencana. Melalui skema bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pemerintah berharap masyarakat dapat kembali membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, dan perlahan bangkit dari dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut dalam kurun waktu terakhir.
“Tujuannya agar warga tidak hanya terbantu untuk kebutuhan makan sehari-hari, tapi juga memiliki modal kembali berproduksi. Ketika ekonomi keluarga berjalan lagi, maka ketahanan sosial masyarakat juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Dengan total penerima mencapai lebih dari 143 ribu jiwa pada dua tahap ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan pendataan dilakukan secara akurat, transparan, dan tepat sasaran. Langkah ini diambil agar bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan daerah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang benar-benar terdampak, tanpa ada ketimpangan dalam penyalurannya.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Sosial RI guna mempercepat proses pencairan dana. Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi warga Aceh Tamiang untuk kembali beraktivitas normal, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang..(Eri Efandi).