Di duga ada kongkalingkong Pelaksanaan proyek Revitalisasi SMAN 3 Lengayang senilai Rp1,8 miliar
Sumbar, MA - Dinding Lama, Gambar Kerja, K3, hingga Komite Sekolah Diduga Pasok Material , Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Sumbar Belum Penuhi Janji Beri Penjelasan kurangnya tranfansi terkait keterbukaan informasi publik (KIP)
Sejumlah persoalan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi SMAN 3 Lengayang senilai Rp1,8 miliar jadi pertanyaan tentang tata kelola pelaksanaan yang kurang transparan dan terkesan di ini rahasia. Mulai dari penggunaan kembali dinding beton lama, tidak diperlihatkannya gambar kerja kepada pihak yang meminta klarifikasi, dugaan belum optimalnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga dugaan keterlibatan komite sekolah sebagai pemasok material.
Menindaklanjuti temuan tersebut, kami(media advokasi)telah berkonfirmasika kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Benny Wahyudi, S.T., M.Si via telepon selulernya
Saat dihubungi, Benny Wahyudi menyatakan," akan mengecek kembali persoalan yang disampaikan," jawabnya diplomatis.Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan maupun tanggapan lanjutan terkait hasil pengecekan yang dijanjikan.
Sebelumnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pelaksana proyek menggunakan kembali dinding beton lama sebagai bagian dari bangunan yang sedang direvitalisasi. Ketika dimintai penjelasan mengenai dasar teknis pekerjaan tersebut, pengawas lapangan menyebut seluruh pelaksanaan mengacu pada gambar kerja. Namun, dokumen tersebut tidak bersedia diperlihatkan saat diminta untuk diklarifikasi.
Sikap serupa juga ditunjukkan pihak sekolah. Kepala SMAN 3 Lengayang dan Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana mendukung keputusan agar gambar kerja tidak diperlihatkan kepada pihak yang meminta penjelasan.
Selain itu, penerapan K3 di lokasi proyek juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerja terlihat bekerja pada ketinggian tanpa menggunakan helm pengaman. Di lokasi juga tidak tampak penggunaan sabuk pengaman, tali pengaman, pagar pembatas, maupun jaring pengaman. Material sisa pekerjaan terlihat berserakan, sementara aktivitas di bawah area pekerjaan tetap berlangsung tanpa pembatas zona bahaya maupun rambu peringatan.
Media juga memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan komite sekolah sebagai pemasok material dalam proyek tersebut. Informasi ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan pelaksana proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat belum memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang menjadi sorotan tersebut, meskipun Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sebelumnya telah menyampaikan akan melakukan pengecekan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari seluruh pihak terkait apabila disampaikan pada kesempatan berikutnya. (MA/TIM)


