HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Pengurus Baru Apesisto Mengharapkan SILO Menjadi Pusat Kuliner Maupun Seni Budaya Sawahlunto Yang Multi Eknis.



Sawahlunto,MA-Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (APESISTO) menggelar rapat konsolidasi organisasi pasca terpilihnya kepengurusan baru hasil Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) yang dilaksanakan pada 3 Juni 2026. Rapat yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu menjadi momentum untuk menyatukan langkah sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi dalam mendorong percepatan penataan Kawasan Pasar Kuliner Silo Sawahlunto.


MUSLUB digelar menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya. Dalam forum tersebut, Marjafri dipercaya memimpin APESISTO untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperjuangkan aspirasi para pedagang dan pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Berbagai persoalan yang masih dihadapi pedagang menjadi bahan pembahasan dalam rapat konsolidasi. Salah satunya adalah kondisi kawasan yang dinilai belum tertata secara optimal sehingga memengaruhi kenyamanan pedagang maupun pengunjung.


Ketua APESISTO, Marjafri, mengatakan keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada dukungan dan kebersamaan seluruh anggota.


"Jalannya roda organisasi harus dilandasi kerja sama yang baik antara pengurus dan anggota. Kita harus saling mendukung, saling menghargai, dan bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap nyaman bagi semua pihak," ujarnya.


Menurutnya, kondisi kawasan yang belum sepenuhnya tertata membuat sebagian pedagang memilih beraktivitas di sejumlah titik lain yang dianggap lebih strategis dan menjanjikan dari sisi ekonomi. Meski demikian, para pedagang tersebut secara administratif masih tercatat sebagai bagian dari pedagang yang direlokasi ke Kawasan Silo.


"Kita memahami setiap pedagang tentu berusaha mencari tempat yang dianggap lebih nyaman untuk berjualan. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kawasan Silo agar tetap bersih, tertib, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung," katanya.


Dalam diskusi yang berlangsung cukup dinamis, muncul keinginan kuat dari para pedagang untuk menyampaikan aspirasi bersama kepada PT Bukit Asam Tbk terkait percepatan penataan kawasan yang saat ini menjadi pusat aktivitas puluhan pelaku UMKM tersebut.


Harapan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, penataan Kawasan Silo menjadi perhatian berbagai pihak, mulai dari para pedagang, Pemerintah Kota Sawahlunto, hingga PT Bukit Asam Tbk sebagai pemegang kuasa penggunaan lahan kawasan tersebut.


Perhatian perusahaan terlihat saat Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, turun langsung meninjau kondisi pedagang di Kawasan Pasar Kuliner Silo pada April lalu. Dalam kunjungan tersebut, Dirut PTBA berdialog dengan para pedagang sekaligus melihat berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan, termasuk genangan air saat hujan dan keterbatasan fasilitas pendukung kawasan.


Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan PTBA terkait rencana penataan kawasan. Pemko Sawahlunto bahkan secara resmi mengajukan proposal penataan kepada PTBA sebagai bagian dari upaya mempercepat pembenahan kawasan yang kini menjadi salah satu sentra ekonomi masyarakat.


Tindak lanjut paling konkret terlihat pada awal Juni ketika PTBA menurunkan tim gabungan dari bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan teknik sipil untuk melakukan survei lapangan. Tim tersebut meninjau langsung kondisi kawasan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penataan yang menjadi prioritas, terutama persoalan drainase dan genangan air yang selama ini dikeluhkan pedagang saat musim hujan.


General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, sebelumnya menyatakan bahwa salah satu fokus utama penataan adalah penanganan persoalan banjir dan genangan air agar kawasan dapat berkembang menjadi pusat kuliner yang lebih representatif dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. PTBA juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penataan kawasan, meskipun pelaksanaannya memerlukan sejumlah tahapan dan kajian lebih lanjut.


Di sisi lain, Pemerintah Kota Sawahlunto juga menunjukkan perhatian yang besar terhadap kondisi para pedagang. Selain mengajukan proposal penataan kepada PTBA, pemerintah daerah melalui sejumlah perangkat daerah telah melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan kawasan serta menyiapkan dukungan teknis apabila program penataan direalisasikan.


Selain membahas persoalan kawasan, rapat konsolidasi yang berlangsung di sela aktivitas para pedagang itu juga menghasilkan sejumlah gagasan program organisasi dalam waktu dekat. Salah satunya adalah wacana penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Pengawas APESISTO, Yanto Ula, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung kemajuan organisasi di bawah kepengurusan yang baru.


"Insyaallah, bersama pengurus yang baru kita akan menghadirkan berbagai kegiatan, inovasi, dan program yang dapat meramaikan kawasan ini. Tujuannya tidak hanya memperkuat kebersamaan para pedagang, tetapi juga mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi yang berdampak pada pendapatan anggota," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi APESISTO, Rahmasatra, SH, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Saringan, menyatakan kesiapan untuk mendukung setiap langkah yang bertujuan mempercepat penataan dan pengembangan Kawasan Pasar Kuliner Silo.


"Sebagai bagian dari pengurus APESISTO maupun sebagai unsur masyarakat di Kelurahan Saringan, saya siap mendukung berbagai upaya untuk kemajuan kawasan ini. Kehadiran pusat kuliner Silo telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kawasan yang dulunya relatif sepi kini menjadi lebih hidup dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang," katanya.


Para pedagang berharap konsolidasi organisasi yang telah dimulai pasca-MUSLUB dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perjuangan bersama dalam mewujudkan Kawasan Pasar Kuliner Silo yang lebih tertata, nyaman, dan mampu berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi kerakyatan di Kota Sawahlunto.


YANTO. Media Advokasi