HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Didesak Publik, Retribusi Palembang Mendadak 'Cair' Rp33 Miliar, LGI Sumsel: Bukti Setoran Sempat Diendapkan?


PALEMBANG, MA — Kritik tajam terkait anomali kas daerah yang sempat menyoroti setoran "nol rupiah" pada sektor retribusi Kota Palembang akhirnya membuahkan hasil yang mengejutkan. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua pekan setelah desakan transparansi disuarakan, kas Retribusi Daerah tiba-tiba mengalami lonjakan drastis dan meroket lebih dari dua kali lipat.

​Berdasarkan pembaruan data postur APBD yang tercatat pada Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 6 Juli 2026, serapan Retribusi Daerah yang sebelumnya tertatih di angka 11,74% (per akhir Juni), kini mendadak melesat ke level 25,15%. Terdapat suntikan dana segar sebesar Rp33,06 Miliar yang secara tiba-tiba masuk ke kas daerah.

​Menyikapi pergerakan angka yang sangat masif dan tiba-tiba ini, Ketua DPW Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan, Al Anshor, S.H., C.MSP., memberikan analisis kritisnya. Ia menilai lonjakan dana puluhan miliar dalam waktu singkat ini justru memunculkan pertanyaan baru terkait integritas sistem tata kelola keuangan daerah.

​"Masuknya dana Rp33,06 Miliar secara tiba-tiba ini memunculkan dua perspektif yang harus dikawal. Pertama, apakah ini murni karena perbaikan sistem penyetoran yang mendadak efektif? Atau yang kedua, dan ini yang paling kita khawatirkan, adanya praktik rapel atau akumulasi setoran retribusi yang sebelumnya sengaja ditahan dan diendapkan oleh oknum di lapangan, lalu baru disetorkan setelah boroknya dibongkar ke publik?" urai Al Anshor.

LGI Sumsel menegaskan, retribusi seperti parkir, pasar, dan kebersihan adalah dana yang dipungut setiap hari dari masyarakat. Secara logika administratif, setoran ke kas daerah harusnya mengalir progresif setiap hari, bukan terhenti lalu tiba-tiba meledak puluhan miliar dalam satu waktu.

​Kendati demikian, LGI Sumsel melihat fenomena ini sebagai bukti nyata bahwa fungsi kontrol sosial dan desakan transparansi sangat efektif untuk menyelamatkan uang rakyat.

​"Lonjakan drastis ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa desakan transparansi dan evaluasi pengawasan dari masyarakat sangat efektif untuk 'memaksa' kas daerah bergerak kembali. Ketika diawasi, uangnya ternyata ada dan bisa masuk. Pertanyaannya, kalau kemarin tidak kita kritisi secara tajam, apakah uang Rp33 Miliar ini akan sampai ke kas daerah atau menguap entah ke mana?" tegasnya.

​LGI Sumsel berkomitmen akan terus mengawal postur APBD Kota Palembang, tidak hanya pada sektor pendapatan, tetapi juga memastikan uang rakyat yang telah masuk tersebut segera direalisasikan untuk pembangunan fisik dan fasilitas publik, bukan sekadar habis tersedot untuk belanja birokrasi semata. (Red)