HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Hadiri FORPROV II 2026 di Kota Singkawang, Ketua Umum KORMI Nasional Tegaskan Komitmen Lestarikan Pencak Silat Budaya Kalbar.




SINGKAWANG, 6 Juli 2026 – Ketua Umum Korminas menghadiri Pertandingan Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Provinsi Kalimantan Barat pada gelaran Festival Olahraga Masyarakat Provinsi Kalimantan Barat (Forprov II ) yang berpusat di Kota Singkawang. Ajang bergengsi yang berlangsung pada 6 hingga 7 Juli 2026 ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat akar budaya sekaligus menjaring pesilat berbakat di Bumi Khatulistiwa.


Kehadiran Ketua Umum Korminas Adil Hakim di tengah-tengah ratusan atlet/pegiat dari berbagai kabupaten/kota menegaskan bahwa silat tradisional bukan sekadar olahraga ketangkasan fisik, melainkan pilar penting dalam menjaga identitas bangsa.


"Pencak silat budaya adalah warisan ideologi, etika, dan estetika leluhur kita. Melalui Porprov ke-2 di Kota Singkawang yang penuh keberagaman ini, kita ingin menunjukkan bahwa pencak silat mampu menjadi perekat sosial sekaligus panggung prestasi yang membanggakan," ujar Ketua Umum dalam pidato pembukaannya, Senin (6/7).


Sinergi Tradisi dan Prestasi

Forprov II tahun 2026 kali ini mengusung format kompetisi yang dinamis, Selain mempertandingkan 6 katagori tradisional, Kota Singkawang dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki atmosfer akulturasi budaya yang kuat, sejalan dengan sportivitas pencak silat yang menjunjung tinggi toleransi.


Rustammy Ketua APPSBI Kalimantan Barat menyatakan "Kita tidak ingin pencak silat budaya hanya ramai saat ada turnamen. Target jangka panjang kita adalah menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda Kalbar serta daya tarik wisata budaya internasional," tambah Ketum optimis.


Pertandingan yang dijadwalkan rampung pada Selasa, 7 Juli 2026 besok, diharapkan melahirkan rekomendasi atlet potensial yang akan mewakili Kalimantan Barat di ajang festival Olahraga Nasional mendatang dijadwalkan akan mengalungkan medali secara langsung kepada para juara di hari penutupan.


Tentang Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Provinsi Kalimantan Barat: Asosiasi ini merupakan wadah resmi yang menaungi puluhan perguruan pencak silat tradisional dan budaya di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Berkomitmen penuh pada pelestarian nilai-nilai luhur, pencak silat sebagai warisan budaya takbenda, serta pengembangan potensi generasi muda melalui olahraga seni budaya pencak silat.