HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Telan Anggaran Nyaris Rp 15 Miliar, LGI Sumsel Ajak Masyarakat Awasi Ketat 9 Proyek Fisik Dinkes Palembang

 


PALEMBANG, MA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumatera Selatan secara resmi menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawal ketat realisasi sembilan paket proyek pengerjaan fisik di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang pada Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan data pengadaan, sembilan proyek yang berfokus pada penambahan ruangan dan rehabilitasi Puskesmas serta fasilitas Labkesmas tersebut menelan total anggaran mencapai Rp 14,95 Miliar.

Ketua DPW Laskar Garuda Indonesia (LGI) Sumsel, Al Anshor, S.H., C.MSP., menegaskan bahwa besarnya porsi anggaran fisik ini membutuhkan pengawasan melekat atau social control dari masyarakat agar tidak terjadi kebocoran, praktik monopoli, maupun penurunan kualitas mutu bangunan.

"Dari total 241 paket pengadaan Dinkes Palembang yang kami pantau, porsi terbesar secara nilai tersedot hanya pada sembilan paket pengerjaan konstruksi. Angka hampir 15 miliar rupiah ini bukan uang kecil. Publik berhak tahu dan wajib mengawasi apakah fasilitas kesehatan yang dibangun dengan uang rakyat ini benar-benar dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tepat waktu," ujar Al Anshor di Palembang, Jumat (10/7/2026).

Dalam temuan LGI Sumsel, sempat terjadi anomali kelengkapan data administratif pada salah satu paket, yakni proyek Penambahan Ruangan Puskesmas Padang Selasa senilai nyaris Rp 500 juta. Data penyedia sempat tidak tertera dalam sistem pelaporan awal, sebelum akhirnya diverifikasi silang melalui portal SPSE yang menunjuk CV. Linas Konstruksi sebagai pemenang.

"Hal-hal administratif seperti anomali kelengkapan data e-procurement ini adalah pintu masuk pengawasan. Jangan sampai ada blind spot (titik buta) informasi antara satu portal pemerintah dengan portal lainnya. Alhamdulillah, setelah kita lakukan cross-check mendalam, data tersebut berhasil disinkronkan. Ini membuktikan bahwa pengawasan masyarakat sangat vital untuk mendorong tertib administrasi," tegasnya.

Beberapa proyek berskala besar yang menjadi sorotan dan telah berstatus selesai secara tender antara lain; Penambahan Ruangan Puskesmas Makrayu (Rp 2,47 Miliar), Rehabilitasi Puskesmas Kampus (Rp 2,47 Miliar), Penambahan Ruangan Puskesmas Empat Ulu (Rp 2,47 Miliar), Penambahan Ruangan Puskesmas Boom Baru (Rp 1,98 Miliar), serta Penambahan Ruangan Puskesmas Nagaswidak (Rp 1,98 Miliar).

Lebih lanjut, LGI Sumsel juga mencatat adanya dominasi satu pihak vendor lokal yang memenangkan dua paket sekaligus dengan total serapan anggaran mencapai Rp 3,46 Miliar.

Di akhir pernyataannya, Al Anshor mengajak masyarakat dan awak media untuk tidak segan turun langsung ke lapangan. "Lelang tender di atas kertas bisa saja berstatus selesai, tapi wujud fisiknya yang menentukan. Mari kita pantau bersama progres di lapangan, pastikan material yang digunakan sesuai standar, dan fasilitas tersebut benar-benar bisa segera dinikmati untuk optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat Kota Palembang." Tutupnya. (Red)