Dua Hari Berbagi" ASDOKI Berikan Layanan Khitan Ceria dan Santunan Bagi Anak-anak Aceh Tamiang
May 10, 2026
Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id: Semangat kepedulian lintas wilayah terasa nyata di Masjid Al Hanifiyah, Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (09/05/2026). Bertempat di halaman masjid yang telah disulap menjadi pusat pelayanan kesehatan sementara, digelar kegiatan bakti sosial khitan eksklusif gratis bertajuk “Khitan Ceria untuk Negeri”, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI). Kegiatan ini turut dihadiri dan mendapat apresiasi tinggi langsung dari Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH.
Inisiatif sosial ini dihadirkan sebagai hadiah istimewa bagi anak-anak di wilayah Aceh Tamiang, di mana saat ini masih banyak keluarga yang sedang berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan kehidupan pasca terdampak bencana alam yang melanda sebelumnya. Menyasar sebanyak 100 anak sebagai peserta, ASDOKI menghadirkan standar pelayanan kesehatan terbaik dengan menerapkan metode khitan modern, yang dirancang khusus agar proses berjalan nyaman, aman, dan membahagiakan bagi para “jagoan” kecil yang mengikuti kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan rasa terima kasih dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah maupun seluruh masyarakat Aceh Tamiang atas terselenggaranya acara mulia ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim medis ASDOKI menjadi bukti nyata bahwa jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi semangat berbagi dan peduli sesama anak bangsa.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Aceh Tamiang, saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) beserta seluruh dokter dan tim medis yang telah menginisiasi kegiatan ini. Aceh Tamiang ini jauh dari Jakarta. Tapi hari ini Bapak dan Ibu buktikan bahwa jarak tidak pernah memutus kepedulian,” ujar Bupati Armia di hadapan para peserta, orang tua, dan tim pelaksana.
Lebih jauh, mantan perwira tinggi Polri ini menekankan makna mendalam di balik kegiatan ini, yang menurutnya bukan sekadar rangkaian acara sunat massal biasa, melainkan sebuah bentuk penghormatan dan pemuliaan hak anak atas pelayanan kesehatan yang layak. “Ini bukan sekadar sunat massal. Bagi kami ini merupakan bentuk pemuliaan bahwa anak-anak kami diperlakukan dengan layak dan humanis, mendapatkan pelayanan medis dari para tenaga ahli profesional yang datang khusus ke daerah kami,” tambahnya.
Bupati Armia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh anak-anak yang berani mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut mereka sebagai generasi penerus yang tangguh dan berjiwa besar. “Anak-anakku sekalian, kalian adalah anak-anak yang pemberani dan tangguh. Insyaallah setelah dikhitan, kalian bertambah sehat, menjadi anak yang sholeh, bertambah pintar, dan kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan daerah kita tercinta,” pesannya dengan nada penuh haru dan doa.
Sementara itu, Ketua Umum ASDOKI, dr. Aprilio Efendi, menjelaskan bahwa metode medis yang diterapkan dalam kegiatan ini merupakan teknologi terbaru dalam pelayanan khitan, yaitu teknik modern tanpa jahitan dan tanpa perban. Metode ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam meminimalisir rasa nyeri, risiko pendarahan, serta mempercepat masa pemulihan pasca tindakan. Hal ini dilakukan agar anak-anak tetap ceria dan bisa segera beraktivitas kembali seperti sedia kala.
“Tujuan kami bukan hanya menyelesaikan proses khitan, tetapi memastikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin menghilangkan ketakutan yang sering muncul pada anak-anak terhadap prosedur medis. Harapan kami, kegiatan seperti ini akan terus berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya di Aceh namun juga merambah ke seluruh pelosok Indonesia. Ke depannya, kami juga berharap bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung event-event besar yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap dr. Aprilio Efendi.
Sebagai bentuk dukungan dan penyemangat atas keberanian para peserta, setiap anak yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya mendapatkan pelayanan medis gratis dari para dokter spesialis yang berdatangan dari berbagai wilayah Indonesia, namun juga menerima bingkisan lengkap serta santunan kebutuhan dasar.
Kegiatan bakti sosial “Khitan Ceria untuk Negeri” ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, mulai tanggal 9 hingga 10 Mei 2026. Kehadiran program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga di tengah masa pemulihan pasca bencana yang masih berjalan di Kabupaten Aceh Tamiang.(Eri Efandi)