Fahri Hamzah: Huntap Bukan Sekadar Bangunan, Melainkan Rumah Baru Harapan Warga Aceh Tamiang
May 12, 2026
AcehTamiang–mediaadvokasi.id: Percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus menjadi perhatian utama pemerintah pusat dan daerah. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja khusus ke Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, guna meninjau langsung progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang disiapkan bagi masyarakat terdampak bencana. Rombongan Wamen PKP disambut dan didampingi langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pejabat terkait.
Informasi yang di terima awak media dari Grub Mitra Humas Aceh Tamiang Pada Senin (11/05/2026), Kunjungan ini bertujuan untuk memantau jalannya pembangunan sekaligus memastikan bahwa penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas hunian yang aman dan nyaman. Kawasan Huntap Kampung Simpang Kanan merupakan salah satu lokasi prioritas pembangunan yang dibangun atas dukungan dan kontribusi dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) sebagai wujud kepedulian institusi terhadap pemulihan kondisi masyarakat pasca musibah banjir bandang yang melanda wilayah ini pada akhir tahun 2025 lalu.
Dalam peninjauan lapangan, Wamen Fahri Hamzah dan Bupati Armia Pahmi berkeliling menelusuri barisan unit rumah yang telah berdiri kokoh di atas lahan yang telah ditata dengan baik. Pembangunan hunian tetap ini dirancang menggunakan dua tipe konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan kebutuhan penghuni setempat, yaitu tipe rumah berbahan kayu dan tipe rumah berbahan beton. Pemilihan dua jenis material ini dilakukan melalui kajian teknis dan lingkungan agar bangunan memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca serta tetap selaras dengan kondisi budaya dan tata ruang kampung di Aceh Tamiang.
Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebagian besar unit rumah telah melewati tahap struktur utama, pemasangan atap, dan penutupan dinding, sementara pengerjaan tahap akhir berupa pemasangan pintu, jendela, hingga penataan lingkungan dan sarana sanitasi sedang berjalan intensif. Keberadaan kawasan Huntap ini nantinya akan menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang sebelumnya harus bertempat tinggal di hunian sementara (Huntara) pasca kehilangan tempat tinggal akibat diterjang arus banjir.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat serta Mabes Polri yang telah turut berperan besar dalam mewujudkan kawasan hunian tetap ini. Ia berharap pembangunan dapat segera rampung sepenuhnya sehingga warga dapat segera menempati hunian baru mereka dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik.
"Kehadiran Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman hari ini menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap pemulihan daerah kami. Kami berharap pembangunan Huntap di Kampung Simpang Kanan ini selesai dengan cepat namun tetap mengutamakan kualitas bangunan. Harapan kami, fasilitas ini nantinya dapat memberikan kenyamanan maksimal, meningkatkan derajat kesehatan, serta mengangkat kualitas hidup masyarakat penerima manfaat," ujar Bupati Armia didampingi para pejabat daerah.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa hunian tetap bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah baru yang menjadi tempat berteduh dan beraktivitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah juga akan memastikan penataan lingkungan pendukung seperti akses jalan, air bersih, dan saluran drainase juga dibangun dengan baik agar kawasan pemukiman ini menjadi lingkungan yang sehat dan layak huni.
Sementara itu, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian tetap merupakan prioritas utama untuk mengembalikan rasa aman dan kepercayaan diri masyarakat dalam berkehidupan kembali.
"Pemerintah berkomitmen penuh memastikan setiap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana akan mendapatkan hunian yang layak. Dua tipe konstruksi yang diterapkan di sini merupakan pendekatan yang tepat karena menyesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial budaya masyarakat setempat. Kami akan terus memantau agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan penyerahan kunci dapat dilakukan secepatnya," tegas Fahri Hamzah.
Kegiatan peninjauan ini juga dihadiri oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), unsur Forkopimcam Kecamatan Kejuruan Muda, perwakilan Mabes Polri, Datok Penghulu, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi terkait ini menjadi kunci utama agar kawasan Huntap Simpang Kanan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi permukiman baru yang teratur, aman, dan produktif bagi kemajuan wilayah Kecamatan Kejuruan Muda ke depannya.
Dengan progres yang terus berjalan optimal, kawasan Huntap Kampung Simpang Kanan diharapkan segera diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi pemulihan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tamiang.(Eri Efandi).