HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Pertamina EP Pangkalan Susu dan SKK Migas Sumbagut Laporkan Perkembangan Pengeboran Sumur Gas Baru Kepada Wakil Gubernur Sumut


 
Medan–mediaadvokasi.id
Pertamina EP Pangkalan Susu bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) se-Wilayah Sumbagut melakukan pertemuan audiensi dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, pada Senin (11/05/2026) lalu. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara ini menjadi wadah strategis untuk menyampaikan progres positif kegiatan eksplorasi dan produksi migas, sekaligus membahas rencana pengembangan investasi serta tata kelola sumber daya energi di wilayah provinsi tersebut.
 
Dalam paparan yang disampaikan, tim SKK Migas dan Pertamina EP Pangkalan Susu melaporkan hasil menggembirakan dari kegiatan pengujian potensi cadangan gas di kawasan Pulau Panjang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan data teknis yang diperoleh, hasil pengujian menunjukkan indikasi kandungan gas yang cukup signifikan dan berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Menindaklanjuti hal tersebut, Pertamina EP Pangkalan Susu telah merencanakan pelaksanaan pengeboran dua sumur gas baru di lokasi tersebut.
 
Field Manager Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, menjelaskan bahwa langkah pengeboran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam sekaligus menjamin ketersediaan pasokan energi bagi kebutuhan industri di Sumatera Utara. "Hasil pengujian di wilayah Pulau Panjang menunjukkan kualitas dan kuantitas yang baik. Oleh karena itu, kami akan segera melaksanakan pengeboran dua sumur gas baru. Langkah ini sangat penting guna mendukung stabilitas pasokan gas bagi kawasan industri yang ada di Sumut, sehingga roda ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik," ungkap Edwin Susanto saat memberikan keterangan kepada media, Senin (18/05/2026).
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono, menegaskan peran strategis wilayah Sumatra Bagian Utara dalam peta energi nasional. Ia menyampaikan bahwa kontribusi produksi migas dari wilayah ini mencapai sekitar 30 persen dari total produksi nasional. Angka ini menempatkan Sumut dan daerah sekitarnya sebagai salah satu tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi tanah air. Tidak hanya mempertahankan capaian produksi, SKK Migas juga berkomitmen penuh untuk mendatangkan investasi bernilai besar guna pengembangan sektor ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
 
"Kami berupaya maksimal untuk mendatangkan nilai investasi mencapai sekitar US$300 juta ke wilayah Sumbagut. Kami menyadari bahwa tantangan investasi pada periode 2025 hingga 2030 mendatang akan semakin kompleks dan sulit, sehingga dukungan dari pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan. Kami sangat menghargai sinergi yang telah terjalin selama ini," jelas CW Wicaksono.
 
Selain pembahasan terkait eksplorasi dan investasi baru, SKK Migas juga memaparkan rencana strategis dalam hal pengelolaan sumur tua yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagai bentuk transfer pengetahuan dan penerapan regulasi yang tepat, SKK Migas berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan studi banding ke Provinsi Jambi atau Sumatera Selatan. Kedua provinsi tersebut dinilai telah memiliki pengalaman baik dalam pengelolaan sumur tua yang melibatkan peran serta koperasi dan masyarakat sekitar. Diharapkan, pengalaman tersebut dapat diterapkan di Sumatera Utara guna mempercepat implementasi regulasi dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.
 
Menyambut berbagai paparan dan rencana kerja tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, memberikan apresiasi atas kinerja dan kontribusi nyata SKK Migas serta Pertamina dalam memajukan sektor energi daerah. Dalam arahannya, ia menekankan perlunya pemangkasan jalur birokrasi guna mempercepat proses penerbitan izin dan rekomendasi investasi. Menurutnya, kemudahan perizinan adalah kunci utama agar rencana investasi bernilai besar tersebut dapat segera terealisasi dan dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat luas.
 
"Segala hal yang disampaikan dalam pertemuan ini akan menjadi catatan penting yang akan kami laporkan kepada Bapak Gubernur. Kami meminta agar proses perizinan dan administrasi dipercepat dan disederhanakan, agar investasi yang direncanakan dapat segera masuk dan beroperasi. Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen penuh untuk mendukung segala kelancaran kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di daerah ini," tegas H. Surya.
 
Lebih lanjut, H. Surya juga menyoroti aspek pengelolaan sumur minyak rakyat. Ia berharap ke depannya pengelolaan aset tersebut dapat berjalan sepenuhnya sesuai jalur hukum, menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat, serta mampu mengoptimalkan keuntungan ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Pertemuan ini menutup dengan kesepakatan untuk terus mempererat koordinasi demi kemajuan sektor energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.(Eri Efandi).