Jabat Kabag Kesra Setda Palembang, Apriansyah Pegang Kendali Anggaran Rp25,8 Miliar
PALEMBANG, MA — Pemerintah Kota Palembang kembali melakukan penyegaran birokrasi guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Kepala UPTD Puskesmas resmi dilantik.
Salah satu perombakan strategis terjadi di tubuh Sekretariat Daerah, di mana posisi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) kini resmi dijabat oleh Apriansyah, S.Pd.I., M.Pd..
Berdasarkan dokumen pelantikan, Apriansyah yang merupakan ASN dengan pangkat/golongan Pembina (IV/a) diamanahkan untuk menakhodai Bagian Kesra. Di posisi barunya ini, ia memikul tanggung jawab besar sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan sosial, spiritual, dan keagamaan di "Bumi Sriwijaya".
Untuk mendukung tugas tersebut, Apriansyah akan mengelola pagu anggaran fantastis yang mencapai Rp25.827.168.085 (Rp25,8 Miliar) pada tahun anggaran 2026 ini.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Bagian Kesra Tahun 2026, anggaran senilai hampir Rp26 Miliar tersebut didistribusikan ke dalam 136 paket pekerjaan. Postur anggarannya sangat mencerminkan fungsi pelayanan langsung, di mana dana tidak dihabiskan untuk pembangunan fisik, melainkan dialirkan kembali ke masyarakat.
Berikut adalah gambaran fokus utama anggaran yang kini berada di bawah kendali Apriansyah:
1. Dominasi Honorarium dan Insentif (Rp15,9 Miliar)
Fokus paling masif dari Bagian Kesra adalah pemberdayaan tokoh agama dan masyarakat. Lebih dari 61% total anggaran, atau sekitar Rp15,9 Miliar, murni ditujukan untuk belanja jasa honorarium. Alokasi ini termasuk pendanaan raksasa senilai Rp13,8 Miliar untuk narasumber dan panitia program peningkatan kualitas keimanan masyarakat, serta Rp2 Miliar yang didedikasikan khusus sebagai insentif bagi para marbot masjid se-Kota Palembang.
2. Suksesi Event MTQ (Rp3,4 Miliar)
Agenda keagamaan berskala besar seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menyedot sumber daya yang cukup besar. Sebanyak 38 paket pengadaan dengan akumulasi dana mencapai Rp3,4 Miliar disiapkan untuk mendukung ekosistem MTQ, mulai dari penyelenggaraan tingkat kota, uang pembinaan (hadiah), hingga operasional perwakilan kafilah.
3. Program Pemberangkatan Umroh (Rp3,1 Miliar)
Pemerintah Kota Palembang juga melanjutkan komitmen apresiasinya melalui program ibadah umroh gratis bagi masyarakat atau tokoh berprestasi. Tercatat ada alokasi Rp3,12 Miliar yang disiapkan melalui enam paket pengadaan.
4. Penyaluran Dana Hibah (Rp900 Juta)
Dalam hal fasilitasi kelembagaan, Bagian Kesra mengelola anggaran Rp900 Juta untuk disalurkan sebagai belanja hibah kepada badan, lembaga nirlaba, maupun panti sosial yang telah memiliki surat keterangan terdaftar.
Tugas Kabag Kesra yang baru dipastikan harus berpacu dengan waktu untuk memastikan serapan anggaran maksimal. Tercatat hingga akhir Juni 2026, Bagian Kesra telah merealisasikan 47 paket senilai Rp1,77 Miliar (mayoritas untuk event MTQ).
Dengan amanah baru ini, publik Kota Palembang tentu menaruh harapan besar di pundak Apriansyah. Masyarakat menanti eksekusi anggaran puluhan miliar ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan sosial serta keimanan masyarakat kota. (Red)
