HEADLINE
Dark Mode
Large text article



















Lewat Pendekatan Lokal" Polda Aceh di Bawah Pimpinan Marzuki Wujudkan Polisi Mitra Rakyat


Aceh Tamiang–mediaadvokasi.id:    Kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. selaku Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kini menjadi sorotan positif dari berbagai kalangan. Sebagai putra daerah kelahiran Tangsedalam, 20 Juni 1968 dan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991, jenderal bintang dua ini dinilai sukses membawa perubahan besar melalui gaya kepemimpinan yang humanis, visioner, serta berlandaskan kuat pada nilai-nilai kearifan lokal.
 
Sejak memimpin Polda Aceh, Irjen Pol Marzuki membawa suasana baru. Sebagai warga asli Aceh, ia memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga mampu merumuskan kebijakan keamanan yang tegas namun tetap menyentuh hati.
 
Berdasarkan informasi yang diterima awak media pada 18 Juni 2026, kebijakan dan keteladanan yang diterapkan berhasil meruntuhkan sekat psikologis yang selama ini sering memisahkan polisi dan rakyat. Citra kantor kepolisian di seluruh wilayah Aceh kini berubah total; tidak lagi menjadi tempat yang menakutkan, melainkan ruang yang aman dan terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah serta mencari keadilan.
 
Transformasi mendasar juga terlihat pada posisi kepolisian di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, kantor polisi hadir lebih dekat, ramah, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Bahkan, kesadaran kolektif tumbuh di hati warga untuk turut menjaga keberadaan kantor polisi sebagai aset negara yang inklusif dan penting.
 
Hubungan keduanya kini berubah menjadi kemitraan yang solid. Polisi tidak lagi merasa berada di atas masyarakat, melainkan berdiri sejajar untuk saling bahu-membahu menjaga keamanan serta melayani kepentingan publik tanpa sekat formalitas yang kaku.
 
Pendekatan yang menyentuh sisi emosional ini diperkuat lewat berbagai program sosial. Personel kepolisian aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan di masjid dan pesantren yang menjadi pusat kehidupan budaya Aceh. Selain itu, jajaran kepolisian juga didorong untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Langkah ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat akar rumput.
 
Irjen Pol Marzuki juga menempatkan tokoh agama dan tokoh adat sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan cara ini, potensi konflik dapat diselesaikan secara damai sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi di Aceh.
 
Di sisi lain, ia juga memperkenalkan program Green Policing atau Kepolisian Hijau. Polda Aceh kini fokus menangani masalah lingkungan, seperti kerusakan hutan dan pembalakan liar. Keberhasilan program ini didukung strategi kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media massa untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mendidik generasi muda.
 
Tidak hanya itu, Irjen Pol Marzuki juga mendukung penuh program prioritas nasional, salah satunya ketahanan pangan. Melalui instruksi langsung, jajaran kepolisian diterjunkan ke lapangan untuk bersinergi dengan instansi terkait dan kelompok tani, memastikan lahan pertanian dapat berfungsi optimal demi kesejahteraan rakyat.
 
Rangkaian keberhasilan ini membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu menggabungkan ketegasan tugas dengan kelembutan hati sebagai putra daerah. Di bawah pimpinannya, Polda Aceh bertransformasi menjadi institusi yang dicintai, dihormati, dan benar-benar menyatu dengan jiwa masyarakatnya.(Eri Efandi).